Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sunday, 20 November 2011

Ali, Keringat, dan Semangat

Kisah ini nyata, terjadi hari ini, di tanggal apik, 20-11-2011. Tanggal yang sering dijadikan pasangan kekasih untuk melangkah ke gerbang perningkahan atau tanggal yang sering dipesan ibu-ibu hamil untuk minta di SC (Sectio Caesarea) oleh dokter kandungannya. (Kebayang deh, dokter-dokter Obgyn dan ibu-ibu hamil itu berharap hari-hari di tanggal cantik seperti ini bisa berlangsung lebih dari 24 jam, agar si dokter sempat men-delivery seluruh bayi). #LuKatePizzaDiDeliperi??

Kisah nyata ini sebenarnya tidak terlalu fantastis, tidak juga terlalu heroik. Kadar luar biasanya juga tidak segegap-gempita tanggal cantik hari ini. Tapi kisah ini memiliki moral of the story di atas rata-rata #PalingTidakMenurutSaya.

Adalah seorang anak berumur 7 tahun, sebut saja namanya Ali (#BukanNamaSebenarnya-BerasaKoranLampuMerah). Tubuhnya kecil, kurus, tapi lincahnya luar biasa. Jika berat badan dan tinggi badannya diplot ke kurva CDC mungkin hasilnya dibawah 80% yang secara angka berarti malnutrisi sedang. Namun, jika anda melihat tingkah Ali langsung, anda tidak akan percaya pada angka-angka itu.

Ali terkenal rajin dan ramah dikeluarganya. Umurnya memang masih 7 tahun dan tubuhnya kecil, tapi daya pikir dan keinginannya jauh melebihi bobot tubuhnya.

Hari ini pagi-pagi sekali, tiba-tiba Ali sudah mandi, wangi, dan berpakaian rapi. Ini bukan kebiasaannya, karena keluarganya juga tidak berencana bepergian hari ini. Tidak berapa lama lepas dari pandangan ibunya, Ali sudah menghilang. Ibunya berpikir hanya bermain ke sekitar rumah dan tidak perlu terlalu khawatir. Namun, hingga pukul 13.00 siang, Ali juga tidak pulang. Padahal biasanya dia pasti menyempatkan diri untuk pulang sebentar sekedar makan ataupun minum.

Ibunya mulai gelisah tapi belum terlalu ambil pusing. Kebetulan, tetangga di gang sebelah sedang melakukan hajatan, menikahkan anaknya, ditanggal cantik. Karena hari sudah siang, Ibu Ali pun bersiap-siap untuk menghadiri undangan tersebut, tanpa Ali.

Tidak disangka, sesampainya di tempat hajatan Ibu Ali mendapati Ali sedang mengumpulkan piring-piring kotor dan gelas untuk dicuci. Dengan lidahnya yang masih cadel, Ali bilang dia sedang kerja sampingan.

Saat Ibu Ali mengajaknya pulang, Ali menolak dengan keras. Dia bilang belum selesai kerja dan upahnya belum dibayarkan. Sang Ibu penasaran, "Memang Ali dibayar berapa, Nak?".
"Lima ribu, Bunda".
"Ya udah pulang ya, Bunda kasi sepuluh ribu".
"Ga mau bunda, bunda jangan manjakan Ali".

Pada penggalan kalimat tersebut, saya tertegun. Ali kecil, 7 tahun, menolak untuk dimanjakan dengan materi. Padahal kesempatan untuk bermanja itu ada, kesempatan untuk menikmati kesenangan tanpa keringat itu ada. Tapi dia memilih untuk berkeringat dan berdiri di kakinya sendiri. Bukan diam berpangku tangan menunggu uluran dari orang lain.

Itu Ali, bertubuh kecil, berusia tujuh tahun.
Tanya dirimu, berapa usiamu, apa yang sudah kau perbuat?
Mungkin kepada Ali kecil kita bisa bercermin...

No comments:

Post a Comment