Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Thursday, 20 August 2009

Cina Town

Liburan lalu, saat pulang ke siantar aku menyempatkan diri mengunjungi vihara avalokitervara, tempatnya patung Dewi Kwan Im berdiri. Karena tidak ada teman seangkatan dan sepermainan yang juga pulang ke Siantar waktu itu, jadilah saya meminta Sandi menemani saya kesana.
Vihara itu tidak jauh dari pusat kota. Patung Dewi Kwan Im yang sangat besar itu akan tampak ketika kau melintasi RSUD Djasamen Saragih. Vihara terletak persis bersebelahan dengan sekolah pendidikan Buddha, Manjusri.
Sesampainya disana, arsitektur indah khas China sudah menyambut kami. Cantik, walaupun masih dalam masa renovasi.
Kami langsung menuju patung Dewi Kwan Im. Tidak begitu ramai ketika itu. Hanya ada sepasang suami istri muda dan tiga orang anak gadis kecil berusia sekitar 10 tahun.
Sejak kedatangan kami kesana, aku sudah mendengar ocehan-ocehan ketiga anak ini yang makin lama makin tidak karuan. Mulai dari:
"pulang ajalah kita woi, ntah ngapain pun kita disini, tak jolass" kata anak pertama
"ahh, tunggu lah sebentar lagi" disahuti oleh anak kedua
Anak ketiga masih diam, tidak begitu banyak bicara sepertinya.

Awalnya aku tidak terganggu dengan anak-anak ini. Sampai pada akhirnya, ketika terjadi sesi foto, mereka bertiga mulai heboh. Setengah berteriak, mereka memintaku mengambil foto mereka yang sedang bergaya di sisi lonceng vihara yang sangat besar.
Awalnya tidak ku tanggapi, tapi akhirnya aku luluh juga karena mereka tak henti2nya memaksaku. Setelah mengambil foto mereka, mereka tak henti-hentinya menguntit kami berdua kemana pun pergi. Setiap kali kamera ku nyalakan, setiap itu pula mereka akan berlari mendekati kami dan meminta foto bersama. Ahh anak-anak ini... hahaha...
Aku dan Sandi hanya tertawa-tawa dan geleng-geleng kepala melihat kelakukan mereka yang sungguh berani.

Makin kami ladeni, makin menjadi-jadi ocehan mereka. Melihat kami hanya berdua, mereka mengira aku dan Sandi adalah sepasang kekasih. Hahahaha... Tidak tahan aku mendengar komentar-komentar mereka.
"peganglah tangan kakak ini bang, kayak abang yang disana itu"
"iya bang, gandenglah"
"sini bang, biar kami foto kalian berdua"
Tawaran yang terakhir, kami terima.
Hahahahaha...
Sambil terus tertawa mendengar ocehan-ocehan mereka, aku membayangkan betapa tidak mungkinnya aku dan Sandi menjadi sepasang kekasih. Kami bersahabat. Pure. Tidak pernah ada apa-apa.

Dan yang paling membuatku tidak kuat lagi menahan perutku yang sakit karena tertawa adalah ketika kami akan pulang, dengan sengaja, si anak pertama - yang paling cerewet diantara mereka - berkata:
"kak sini kak tangan kakak, abang juga"
awalnya aku mengira ada apa.. ternyata dia ingin menyatukan tangan kami berdua di depan kolam di sekeliling vihara. Kontan saja, kami langsung terbahak-bahak melihat kelakuan anak itu.

Setelah kami berdua menolak memberikan tangan kami, dia memainkan jurus pamungkasnya dengan melempar koin ke kolam sambil mengucapkan
"semoga abang dan kakak ini jodoh"

hahahahahahhahahahaha...

ampun dah liat kelakuan anak-anak sekarang. Aku dan Sandi hanya bisa tertawa.

Sunday, 2 August 2009

Libur 2 Bulan

Ini adalah hari terakhir liburan. Besok perkuliahan akan segera dimulai.
Bismillah... Aku akan memulainya dengan semangat baru, dengan fokus yang lebih tajam.
Hidup hanya sekali. Kalau tidak hari ini, kapan lagi?

Dua bulan, bukanlah waktu yang sebentar untuk di sia-siakan.
Alhamdulillah banyak yang terjadi dalam perjalanan kali ini. Beberapa pekerjaan yang tertunda akhirnya terselesaikan, ide-ide baru yang bermunculan, motivasi yang semakin kuat, dan harapan-harapan baru yang disematkan pada langit-langit jingga asaku. Kedepan harus lebih baik lagi.

BISMILLAH...